Anggota Fraksi Demokrat Prihatin Masih Banyak Jabatan Kosong di Pemkab Bekasi

Peristiwa869 Dilihat


H.Jampang Hendra Atmaja
ANGGOTA Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bekasi H.Jampang Hendra Atmaja mengaku prihatin dengan masih banyaknya jabatan yang lowong di lingkungan Pemkab Bakasi.

Makanya, ia berharap agar jabatan yang lowong itu, segera diisi, sehingga diharapkan kinerja ke depan semakin baik. Sekarang ini, banyak jabatan yang hanya diisi Pelaksana Tugas (Plt) di sejumlah Dinas. “Bagaimana pun, jika pejabatnya sudah depenitif, bisa langsung mengambil kebijakan,” katanya.
Jampang hanya berharap, jika Plt.Bupati Akhmad Marjuki sudah mendapat rekomendasi bisa segera memutasi termasuk lelang jabatan mengisi eselon II B. “Kita tunggu saja, karena kalau sudah mendapat rekomenasi, Plt.Bupati tinggal melaksanakannya,” katanya.
Banyaknya jabatan eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang lowong, sangat berpengaruh terhadap kinerja. Sebab,jabatan yang lowong itu, akhirnya diisi dengan Pelaksana Tugas (Plt).

Jabatan lowong itu, sudah cukup lama. Sejak Bupati Neneng Hasanah Yasin ditangkap KPK 2018 lalu, jabatan yang ditinggalkan para pejabat eselon II B dan eselon III yang juga berurusan dengan KPK, juga lowong. Sejak itu, sejumlah pejabat eselon II B juga lowong karena pejabatnya pensiun, namun setelah Eka Supriaatmaja menggantinkan posisi Neneng, juga jabatan yang lowong masih tetap banyak. Kemudian Penjabat Bupati Dani Ramdan setelah Eka meninggal dunia, juga jabatan lowong tetap belum diisi.

Sekarang Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki, juga belum bisa melakukan mutasi dan lelang jabatan, karena statusnya masih Plt, sehingga harus menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Sekitar 72 jabatan yang lowong untuk eselon II dan III. Menurut Kepala BKPSDM Kabupaten Bekasi Abdillah Majid, terkait proses pengisian jabatan yang kosong, masih menunggu rekomendasi dari Kemendagri. Pihaknya sudah meminta izin kepada Mendagri melalui Gubernur Jawa Barat. “Mudah-mudahan, secepatnya Kemendagri memberikan rekomendasi, sebab Plt tidak bisa langsung melakukan mutasi dan lelang jabatan. Harus ada rekomendasi dari Kemendagri,” katanya.

Dikatakan, ada 12 posisi eselon II B saat ini kosong, sedangkan eselon III sekitar 60 orang. Diakui, lowongnya sejumlah jabatan itu, sangat mengganggu. Sebab, kalau Dinas atau Badan dijabat Plt, kinerjanya tak bisa maksimal.

Diakui, jabatan yang lowong memang sudah cukup lama. Makanya, diharapkan Kemendagri secepatnya memberikan rekomendasi itu. Yang pasti, sebelum lelang jabatan, lebih dulu dilakukan mutasi. Untuk mengisi posisi itu, maka eselon III memiliki kesempatan. “Cukup banyak eselon III yang sudah memenuhi syarat menduduki jabatan eselon II B itu,” tandasnya. (adv)

Komentar