BeTimes.id-Kapolri, Kapolda Sumtera Utara, dan Kapolres Madina mendapat apresiasi dari Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus terkait penangkapan para tersangka pelaku penganiayaan Ketua Mandataris SMSI Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Jeffry Barata Lubis.
“Kita mengapresiasi seluruh jajaran Polri yang telah memberi perhatian atas penganiayaan wartawan ini. Sehingga, bisa segera menangkap para tersangka pelakunya,” kata Firdaus didampingi Ketua Bidang hukum, Arbitrase dan Legislasi SMSI Pusat Makali Kumar SH dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (8/03).
Firdaus berharap, agar proses terhadap para tersangka bisa berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
“Para pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum atas kekerasan terhadap jurnalis yang dalam bekerja, dilindungi undang-undang,” lanjutnya.
Dikatakan, jajaran Polri mulai dari Mabes, Polda Sumut, hingga Polres Madina, jangan berhenti sampai di sini saja. “Sebab patut kita duga, bahwa penganiayaan itu tidak berdiri sendiri. Besar kemungkinan, ada latar belakangnya,” sebut Firdaus.
Tambang Emas Ilegal
Apalagi sebagaimana pengakuan korban, sebelum terjadi penganiayaan, ada seseorang meneleponnya. “Artinya ada aktor intelektualnya. Informasinya, ini terkait pemberitaan tambang emas liar di Madina, yang pemiliknya masih bebas, padahal sudah menjadi tersangka. Ini harus diungkap tuntas juga. Bagaimana caranya seorang tersangka dalam dugaan tambang emas ilegal, masih bebas melakukan aktivitasnya,” paparnya.
Firdaus sendiri telah menugaskan secara khusus Bidang Hukum Arbitrase dan Legislasi SMSI Pusat untuk ikut monitor, dan membantu advokasi dalam kasus penganiayaan Ketua SMSI Madina tersebut, sampai tuntas.
“Akan terus.mengikuti perkembangan kasus ini. Termasuk penambangan liar, yang menurut dugaan sementara menjadi latar belakang penganiayaan wartawan ini,” tegas Makali Kumar.
Berdasarkan informasi yang mereka terima, peristiwa penganiayaan terhadap Ketua Mandataris SMSI Mandailing Natal (Madina) Jeffry Barata Lubis, terjadi Jumat (4/3) malam. Pelakunya diduga sekelompok oknum dari kalangan OKP setempat.
Peristiwanya terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, di Lopo Mandailing Coffe SPBU Aek Galoga, Madina. Jeffry mengalami luka memar di bagian wajah sebelah kanan.
Dugaan berkembang, kekerasan menimpa Jeffry terkait pemberitaan soal tambang emas ilegal yang membuat salah satu Ketua OKP di Madina gerah, karena merupakan tersangka pada kasus itu.
Jeffry sendiri mengaku, sebelum penganiayaan, ia mendapat telepon dari Ketua OKP tersebut. “Pagi tadi dengan menggunakan nomor telepon rekan saya, Ketua OKP tersebut meminta saya agar berbincang-bincang dengan orang suruhannya,” katanya kepada pers, Jumat (4/3).
Menurut Jeffry, Ketua OKP itu meminta waktunya untuk bertemu dengan orang suruhannya. Ia sendiri tidak mengerti maksud dan tujuan dari pertemuan itu.
Namun setiba di lokasi, terangnya, seseorang yang merupakan anggota OKP itu diduga langsung melakukan penyerangan. Kemudian melakukan pengeroyokan bersama rekannya, hingga Jeffry mengalami luka memar di bagian wajah.(***)
Komentar