Silahturahmi Alumni Kelompok Cipayung, Arief Hidayat:Awas, Idiologi Tengah Sangat Berbahaya

Politik565 Dilihat

Ketua PA GMNI Arief Hidayat (paling kiri), dan Sekjen PS GMKI Sahat HMT Sinaga (Foto: Ralian)

BeTimes.id-Kelompok Cipayung harus mengedepankan politik kenegaraan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri Kelompok Cipayung.

Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (PA GMNI) Prof. Arief Hidayat mengemukakan, tidak menafikan bahwa Negara Indonesia digempur ideologi kiri dan ideologi kanan. Namun Arief mengatakan, kelompok Cipayung harus tetap konsisten membangun politik kebangsaan yang selama ini digagas bapak pendiri bangsa.

“Di tengah ideologi kiri dan ideologi kanan, yang lebih bahaya lagi adalah ideologi tengah. Ideologi yang mengedepankan hedonisme, yang kini didominasi generasi z,”ujar Arief, dalam hahal bihalal Kelompok Cipayung, di Resto Hotel Nam Center, Kemayoran, Kamis (11/5/2023) petang.

Lebih lanjut, Alumni Universitas Diponogoro itu mengemukakan, ideologi tengah ini sangat berbahaya. Alasannya, banyak generasi milineal dan generasi Z lebih mengutamakan kesenangan yang lebih hedonis.

“Bahkan, perkawinan sejenis menjadi trend dalam penganut ideologi tengah ini, dan ini sangat berbahaya bisa tidak diantisipasi,”tegas Arief Hidayat.

Arief menegaskan, Indonesia tidak mengenal perkawinan sejenis, dan sampai saat ini tidak lembaga-lembaga agama yang melegalkan perkawinan sejenis di Indonesia.

“Di Eropa saja, di lembaga Mahkamah HAM, Italia dan Irlandia menolak perkawinan sejenis. Diakui, sampai saat ini Italia masih kuat Katolik, dan Irlandia dengan protestannya,”tukas Arief Hidayat.

Namun, lanjut dia, di Belanda telah melegalkan perkawinan sejenis. “Tetapi kita harus hati-hati betul karena ideologi tengah sangat berbahaya,”ujar Arief Hidayat.

Sementara itu, ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pergerakana Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII),
Ahmad Mukhowan mengatakan, cikal bakal organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tidak bisa dilepaskan dari Kelompok Cipayung.

“Di masa Orde Baru Kelompok Cipayung itu bukan follower. Tanpa adanya Kelompok CipayunG KNPI tidak ada apa-apanya,”tegas Mukhowan.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PS GMKI) DR. Sahat HMT Sinaga,M.kn mengemukakan, Kelompok Cipayung akan tetap konsisten memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan.

“Bahwa masih ada orang-orang yang memikirkan Indonesia di tengah-tengah hedonisme, khususnya Kelompok Cipayung masih memberikan waktu dan donasinya untuk mewujudkan kebersamaan sebagai anak bangsa, khususnya bagaimana membangun Indonesia yang kita cita-citakan,”ujar Sahat.

Seperti diketahui, Alumni Kelompok Cipayung mengelar halal bihalal dalam rangka silahturahmi suasana lebaran, bersama dengan Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (PA GMNI), yang juga Hakim Konstitusi Prof. Arif Hidayat,

Alumni Kelompok Cipayung terdiri dari Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PS GMKI), Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (PA GMNI), Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII), Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI), dan Forum Komunikasi Alumni Perkumpulan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI).

Kelompok Cipayung didirikan tahun 1972, dibidani lima ormas kemahasiswaan, diantaranya GMKI, GMNI, PMKRI, HMI,dan PMII. (Ralian)

Komentar