BeTimes.id–Direktur Eksekutif Para Syndicate Ary Nurcahyo mengatakan, hasil survey hingga saat ini masih tiga nama bertengger dalam posisi calon presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Tiga nama yakni, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.
“Sangat sulit nama Capres lain, selain tiga nama ini,”ucap Ary dalam dalam diskusi ParaSindicate bertajuk ” Ganjar Rebound, Elektabilitas Naik, apakah Jokowi Melirik?”, Jakarta, Senin (28/8).
Hadir Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga, Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti, dan Host yang juga Peneliti Para Sindicate Lutfia Harizuandini.
Lanjut Ary, elektabilitas Prabowo dan Ganjar kejar-kejaran sementara Anies tertinggal . “Isu perubahan yang diusung Anies Baswedan tidak laku,”tukas Ary.
Menurutnya, kedua Capres Prabowo dan Ganjar mengklaim penerus Presiden Joko Widodo. Jokowi, panggilan nama Joko Widodo, terkesan main dua kaki.
“Kita lihat Jokowi gestur politiknya main dua kaki, apakah Jokowi melirik Prabowo atau Ganjar,”tukas Ary.
Menurut dia, perannya di ruang publik para Capres berdasarkan orisinalitas, geneusitas dan pencerahan.
Sementara itu, Eriko Sotarduga mengatakan, Presiden Jokowi diyakini akan mendukung Ganjar. Hal ini karena orisionalitas dan persamaan ideologi partai.
Eriko mengakui, turunnya suara Ganjar karena faktor Piala Dunia U-20 tidak bisa dinafikan. Namun, PDIP sangat memaklumi karena apa yang dilakukan berdasarkan menjalankan amanat konstitusi yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945.
“Jokowi pasti akan mendukung Ganjar untuk berkelanjutan pembangunan. Rakyat Indonesia sangat cerdas akan memilih yang terbaik,”ujar dia.
Pengamat Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mengatakan, Pernyataan Puan Maharani memiliki makna dua hal ketika Wali Kota Solo Gibran Rakabumi Raka akan dipasangkan oleh Ganjar sebagai Cawapres.
“Gibran itu adalah kader partai, tidak mungkin dipasangkan keduanya. Itu bukan pasangan yang strategis untuk dipasangkan,”ujar Ray.
Menurut Ray, jika dua itu dipasangkan tersebut tidak efektif, dan sebaliknya jika dipasangkan bukan anak menaikan elektabilitas. Sebaliknya akan semakin blunder. (Ral)
Komentar