“Di media sosial twitter dikatakan Pemilu netral mayoritas tidak percaya akan statemen Jokowi. Filling (perasaan) mereka tidak marah, tapi menertawakan. Politisi senior lebih melihat generasi z itu barang dagangan,” tambah Virdika.
Virdika juga tidak menafikan bahwa demokrasi digadaikan. Dia mengingatkan, jika ASN tidak netral dan digunakan untuk mendukung Capres/Cawapres tertentu maka akan terlihat ketidak netralan, dan kembali ke zaman Orde Baru.
Karena itu demokrasi itu digadaikan. Kalau ASN tidak netral ini kembali ke zaman Orde Baru.
Meski demikian, lanjut Virdika, generai Z dan usia muda 35 tahun tidak aware pada sejarah.
Bahkan, salah satu Calon Presiden Prabowo disenangi oleh anak -anak muda. “Anak muda suka pada Prabowo karena megang kucing, dan bukan karena sejarah tentang Prabowo,” tuturnya.
Komentar