“Tidak ada yang meninggal, tapi masih ada dua (yang dirawat intensif) di RS (rumah sakit). Nanti mau saya tengok,” ujarnya melanjutkan.
Adapun terkait insiden dugaan pengeroyokan, Ganjar mengaku telah menghubungi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak, hingga Panglima Kodam (Pangdam) setempat usai mendapat kabar tersebut.
Ia menegaskan bahwa kekerasan tidak bisa dibenarkan dan tidak boleh dijadikan senjata untuk menyelesaikan urusan. “Mungkin itu yang membikin emosi orang lain. Meskipun tentu saja caranya diproses saja, tidak apa-apa, tapi jangan dipukuli sampai bengep-bengep,” kata Ganjar.
Ia pun meminta Panglima TNI memanggil oknum yang berperan dalam pemukulan relawan. “Ini saya peringatkan, dan kita minta panggil kalau perlu itu. DPR-nya saya minta panggil kalau perlu, tidak bisa kita berbuat semena-mena sehingga kemudian ketakutan ditebarkan ke siapa pun,” ujar Ganjar.
Lebih lanjut, Ganjar meminta semua pihak turut serta menciptakan kondusivitas di masa kampanye. Tak hanya itu, ia mengingatkan kepada pendukung dan para relawan tetap berhati-hati.
Komentar