Anhar mengemukakan, jika tidak ada Soekarno, Hatta, Syarir, Hos Cokroaminoto belum kita seperti sekarang ini hidup dalam kemerdekaan. “Bisa menjadi orang merdeka sekarang ini karena ada yang pemimpin yang melampaui dirinya,”imbuh Anhar.
Lebih lanjut, menurut Anhar sosok Megawati menunjukan sebagai ketua umum PDIP yang juga Presiden ke-5 Republik Indonesia bukan sekedar untuk dirinya, tetapi juga yang dia pimpimpinnya. Megawati lahir sebagai pemimpin melalui represisif era Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.
“Dalam situasi seperti ini kita bisa lihat, dia menjadi pemimpin di era reformasi karena digebukin dulu oleh Soeharto. Melalui peristiwa 27 Juli 1996.
Nah itu bodohnya Soeharto yang menolak menjadikan Megawati menjadi Ketua Umum PDIP, hal ini yang menaikan Megawati karena kesesatah berpikir dari Soeharto.
Andaikata dia memberikan tempat kepada Megawati belum tentu berubah seperti itu. Nah ini tidak dipikirkan Soeharto,”ucap Anhar.
Komentar