“Sarung juga menjadi lambang penghormatan terhadap warisan budaya dan mendukung kemajuan ekonomi daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan para pengrajin sarung tenun di Jawa Barat,” katanya.
Kepala Disperindag Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih dalam laporannya juga mengatakan Pemecahan Rekor MURI pemakaian sarung tenun oleh ASN Terbanyak ini sebagai kampanye bangga buatan Indonesia dan melestarikan sarung tenun khususnya sarung tenun Jawa Barat.
“Kita ingin terus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha sarung tenun Majalaya melalui penjualan dan promosi serta mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan jumlah keseluruhan ASN yang mengikuti kegiatan pemecahan rekor MURI sebanyak 44.175 orang terdiri dari ASN Pemprov Jawa Barat, ASN Kabupaten/Kota, perwakilan Kementerian Pertahanan, Bank Indonesia serta jajaran guru SMA/SMK Jawa Barat.
“Target awal 30 ribu peserta namun kami apresiasi keikutsertaan peserta sebanyak 44.175 orang juga didukung kepala instansi serta kepala daerah Kota dan Kabupaten di Jawa Barat,” ucapnya.
Diketahui, dari data quick count peserta rekor muri, ASN Pemerintah Kota Bekasi yang ikut berpartisipasi sebanyak 1416 peserta. Mereka hadir mengenakan pakaian dengan bawahan kain sarung tenun dan atasan putih. Meski di tengah terik matahari, ribuan peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian acara doa bersama untuk kelancaran Pilkada Kota Bekasi dan pemecahan rekor MURI ASN Jawa Barat. (Adv/Hum).
Komentar