“Puasa mengajarkan kita memiliki daya tahan dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai tantangan,”tandasnya.
Hal Senada, Ignatius Kardinal Suharyo menekankan
pentingnya merawat kebersamaan. “Kehadiran dan gagasan yang disampaikan dalam acara ini akan memperkaya kita untuk terus merawat dan mengembangkan kebersamaan ini,” ujarnya.
Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar menyoroti perlunya memperluas perhatian umat beragama, tidak hanya pada aspek kerukunan antarumat, tetapi juga pada lingkungan hidup. “Saya ingin agar kita mengakhiri dialog ini dengan tidak hanya membahas hubungan antarumat beragama, tetapi juga hubungan umat beragama dengan lingkungan hidup,”ucapnya.
Menag memperkenalkan konsep ekoteologi yang menekankan pentingnya pelestarian lingkungan dalam pendidikan agama. Menurutnya, pendidikan agama harus memasukkan nilai-nilai ekoteologi dan pelestarian alam.
Selain itu, Menag juga mengenalkan kurikulum cinta, yang bertujuan mengajarkan siswa untuk menyikapi perbedaan dengan penuh kasih.
“Kurikulum cinta adalah fondasi hidup bersama dalam keragaman. Guru agama harus mengajarkan cinta kepada anak-anak, bukan menanamkan perbedaan atau kebencian,”imbuhnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, komitmennya untuk berlaku adil bagi seluruh warga Jakarta. “Kalau Jakarta ini mau baik, hubungan antara pemimpin dan umatnya harus baik dan adil,” katanya.
Pramono juga menyampaikan berbagai program yang telah dan akan dilakukan pemerintahannya, seperti penyediaan hunian bagi warga Kampung Bayam, program Kartu Jakarta Pintar, bantuan pendidikan bagi mahasiswa, penyediaan air bersih, serta pengelolaan sampah. (Ralian)
Komentar