Menurut Sugiono, sampai saat ini belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia yang ikut menjadi korban dalam bencana gempa di Myanmar.
“Berdasarkan pemantauan dan laporan yang disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia di Myanmar, sejauh ini belum ada laporan korban warga negara Indonesia. Kita harap seluruh warga negara Indonesia yang ada di sana dalam kondisi yang baik,” imbuhnya.
Gempa di Myanmar terjadi pada Jumat (28/3) dengan kekuatan mencapai 7,7 magnitudo. Pemerintah Indonesia kemudian segera berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) serta mengadakan berbagai rapat darurat untuk mengatur pengiriman bantuan ke Myanmar.
K9 Polri Terjun dalam Operasi Kemanusiaan Gempa Myanmar. Dia mengatakan, di saat yang bersamaan juga ada rapat darurat, rapat-rapat antara seluruh kementerian luar negeri untuk mengkoordinasikan langkah-langkah pemberian bantuan kemanusiaan ke Myanmar.
Tim tanggap darurat dari Indonesia sudah lebih dulu dikirim ke Myanmar pada 31 Maret, terdiri dari unsur BNPB dan INASAR. Pihaknya juga menggelar rapat darurat dengan Menteri Luar Negeri dari negara-negara ASEAN untuk membahas bantuan yang dibutuhkan Myanmar.
“Kemudian berdasarkan hasil rapat dari Kementerian Luar Negeri ASEAN juga, bahwa saat ini yang sangat dibutuhkan adalah shelter dan alat-alat serta obat-obatan, alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Oleh karena itu, kita juga mengirimkan sebagian besar dari bantuan tersebut dari apa yang mereka butuhkan,” ujar Sugiono. (Ralian)
Komentar